Tips to increase your consentration ability

Anda termasuk orang yang sulit berkonsentrasi dalam melakukan pekerjaan anda? Berikut beberapa langkah yang dapat anda coba jika anda sulit berkonsentrasi dalam melakukan pekerjaan anda. Tidak memerlukan biaya dan cenderung praktis dilakukan. Selamat mencoba.

  1. Tingkatkan minat dan keterampilan kerja sebagai bentuk pertahanan kita terhadap gangguan-gangguan yang akan mengalihkan perhatian.
  2. Sebelum memulai kerja, terlebih dahulu persiapkan semua bahan dan data yang akan digunakan.
  3. Buat jadwal dan skala prioritas kerja. Kerjakan tugas terpenting hingga selesai, baru kemudian beralih ke tugas berikutnya.
  4. Tata meja kerja dengan rapih. Susun sarana dan bahan kerja kita agar mudah dilihat dan diambil sewaktu-waktu.
  5. Atur suasana lingkungan kerja setenang mungkin. Musuh utama konsentrasi adalah suara berisik. Bebunyian tersebut bisa mengalihkan perhatian.
  6. Bepikirlah positif. Jangan merasa terpaksa dalam bekerja agar bisa bekerja dengan perasaan senang dan relaks.
  7. Pusatkan perhatian hanya pada pekerjaan yang sedang kita lakukan. Jangan sambil memikirkan atau mengerjakan tugas lain.
  8. Bertekadlah untuk berhasil dan menyelesaikan tugas secara tuntas. Jangan tunda-tunda pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan saat itu pula.
  9. Kuasai dan hayati prosedur kerja agar kita bisa bekerja dengan lancar.
  10. Jaga kesehatan tubuh agar selalu dalam kondisi baik. Kesehatan yang baik juga bisa mengatasi stres dalam bekerja.

Listening skill is a must for a leader

 

Untuk membuat orang lain merasa penting, sebagai pemimpin Anda memang harus mendengarkan bawahan Anda dengan baik. Mendengar dengan sungguh-sungguh merupakan cara untuk memperlihatkan penghargaan Anda kepada seseorang atau tim. Hal itu juga menunjukkan Anda percaya bahwa ia mempunyai pemikiran yang berharga dan merupakan anggota penting tim Anda. Pada saat seseorang merasa diperlukan, pada saat itu pula ia akan memperhatikan pekerjaannya.

Mendengarkan dengan hati-hati menunjukkan bahwa seorang pemimpin itu rendah hati. Hal itu memperlihatkan bahwa ia tidak terlalu sombong atau sibuk, atau hanya mendengarkan diri sendiri tanpa pernah mendengarkan ide atau opini orang lain.

Suatu masalah sering kali dapat diselesaikan sebelum muncul ke permukaan. Jangan bergantung kepada orang lain untuk mendapatkan informasi terakhir, carilah dari orang pertamanya. Seorang pemimpin akan menjadi rapuh bila ada masalah moral yang muncul dan tidak mengetahui hal yang sebenarnya. Untuk mengoreksi kesalahan lebih awal, dengarkanlah dari orang pertama.

Terpenting dalam membina kebiasaan untuk mendengarkan adalah dengan mengkonsentrasikan diri secara total terhadap apa yang dikatakan orang lain.

Pemimpin yang terlatih untuk menggambarkan pikiran dan ide-ide dari timnya, meskipun untuk kabar buruk, akan mendapatkan informasi yang sebenarnya.

Nah, sebagai pemimpin bila Anda ingin menjadi pendengar yang baik, berikut tips yang diberikan Bill Newman, penulis buku ”The Ten Laws of Leadership” berikut:

  • Buatlah pertanyaan.
  • Jaga kontak mata.
  • Buatlah catatan.
  • Matikan telepon supaya tidak menganggu.
  • Jangan hanya mendengarkan kata-kata, pelajarilah bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan intonasi suara.
  • Tunggu sampai Anda benar-benar mengerti tentang apa yang dikatakan sebelum memberikan jawaban.
  • Jangan langsung membuat kesimpulan.
  • Dengarkan siapa saja, jangan hanya mendengarkan orang yang Anda sukai atau hormati.
  • Beri mereka kesempatan untuk mengeluarkan perasaannya meskipun Anda tidak setuju dengan pendapatnya. Biarkan orang itu berbicara sehingga merasa lebih baik.
  • Biarkan orang mudah mencari Anda.

Meaning of your Performance Appraisal score

 

Saat Anda menjadi karyawan sebuah perusahaan, yang kadang membuat Anda was-was adalah saat digelarnya penilaian karya karyawan. Banyak yang merasa, sedikit kesalahan yang dibuat akan terus diingat, sedang kelebihan yang disumbangkan tidak akan dicatat.

Tapi bagaimana pun menurut Jays Nithiyanandan, konsultan sumber daya manusia di Bisnis Trends, penilaian karya memang perlu supaya karyawan mengetahui posisinya di perusahaan.

Pada lembar evaluasi, atasan Anda sering menuliskan catatan-catatan tertentu. Jika Anda sulit mengerti maksudnya, berikut lima arti komentar atasan yang lazim dibikin:

  1. Anda perlu lebih memusatkan perhatian, artinya, berkonsentrasilah pada tugas pokok dan tidak membuang-buang energi untuk melakukan tugas atau pekerjaan sampingan.
  2. Tingkatkan produktivitas. Artinya Anda harus menetapkan target atau sasaran yang lebih tinggi.
  3. Ikuti Peraturan. Artinya, dengarkan dan patuhilah. Bersikaplah lebih mandiri – Artinya Anda jangan menunggu perintah untuk bekerja.
  4. Gunakan inisiatif dan bersedialah untuk mempertanggungjawabkan untuk setiap keputusan yang Anda buat. Tinggalkan persoalan pribadi di rumah. Artinya Anda jangan terkendali oleh emosi ketika bekerja.
  5. Jika Anda seorang atasan, diskusikan evaluasi ini dengan bawahan Anda. Dan bila Anda bawahan, sikap terbaik untuk menghadapi pertemuan evaluasi itu adalah “Bersikap terbuka”. Ingat evaluasi karya dimaksudkan untuk membantu dan memperbaiki unjuk-kerja Anda dan perusahaan. Jika keuntungan perusahaan bertambah, Anda pun akan ikut menikmati

Born to be a salesman…

Di dalam kehidupan kita dan interaksi dengan manusia mulai dari bayi kita sebetulnya sudah jualan. Bayi merengek, menangis kecil, ketawa lucu yang memikat, dia ingin mencapai apa yang dia ingin dapatkan dari manusia lain….. dia jualan.  Bayi tumbuh menjadi besar, menjadi remaja, dia berkumpul bercerita, mengemukakan pendapat dan ingin pendapatnya diterima….. dia jualan. Dia bekerja, berbicara dalam rapat dengan atasan, bawahannya, dia kemukakan pendapat, ide, usul…… dia jualan. Disadari atau tidak sebetulnya dalam pergaulan sesama kita, kita jualan.

Dalam dunia bisnis tidak ada satu usaha apapun yang dapat bertahan kalau tidak melakukan penjualan. Tugas ini secara khusus dijalankan oleh profesi apa yang disebut salesman. Dalam persaingan bisnis yang begitu ketat, selain produk yang baik, salah satu kunci keberhasilannya adalah bersaing dalam kepandaian menjual.

Salesman mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam perusahaan. Dia mewakili kepentingannya dalam urusan penjualan, bertemu dan berbicara dengan calon pembelinya. Pekerjaan salesman merupakan bagian dari pelayanan total perusahaan yang berarti salesman tidak berdiri sendiri dalam menjalankan tugasnya ; dia memerlukan kerjasama dengan bagian-bagian lain dalam suatu proses yang terkait.

Seperti kita lihat, bakat menjual sudah ada pada diri setiap orang dan dapat dikembangkan dengan bekerja, belajar, bekerja, belajar dan terus bekerja, belajar. Sebagus apapun barang kalau tidak bisa dijual tidak ada artinya. Untuk bisnis yang berhasil kita harus mampu memasarkan (marketing) dan menjual (selling) barang yang diproduksi.

Marketing adalah satu studi untuk mempelajari apa yang dikehendaki orang, menciptakan barang atau jasa yang dikehendaki orang, memberikan harga yang bersaing dan memudahkan orang untuk membelinya. Dikenal sebagai interaksi diantara empat faktor P ( Product, Price, Placement, Promotion ). Dan kita menambahkan dengan faktor P yang kelima – yaitu People sehingga menjadi 5 P.

Sedangkan Selling jarang diajarkan dalam pendidikan formal dan lebih banyak orang langsung terjun ke dalam pekerjaan ( Salesman ) dengan bekal pengetahuan dan keterampilan menjual yang sangat minim. Dia jatuh bangun, diharapkan dapat survive di lapangan dari daya tahannya, kegigihan dan keuletannya untuk menjual.

Tidak jarang dalam keadaan demikian banyak orang yang gagal sehingga sering kita saksikan banyaknya orang keluar masuk dalam jabatan ini dibandingkan dengan jabatan lain dalam perusahaan. Hal tersebut sangat merugikan baik dari segi biaya maupun waktu yang terbuang percuma. Keadaan itu dapat diperkecil dampaknya kalau kita memiliki suatu program yang efektif dalam proses rekrutmen, orientasi, pengetahuan serta pelatihan selling skills dengan bimbingan yang efektif di lapangan.

Walaupun kita bisa membedakan antara pekerjaan dan tanggung jawab bidang pemasaran dan bidang penjualan, kita tidak dapat memisahkan kerjasama dan tanggung jawab atas objektif yang harus dicapai ; yaitu penjualan dan keuntungan. Bagaimana pekerjaan pemasaran dapat dikatakan baik bila tidak dapat menghasilkan penjualan yang mengena pada sasarannya ?

Sekarang ini kita harus dapat menjual lebih baik dari masa-masa sebelumnya. Kita berhadapan bukan saja dengan kompetisi yang lebih tangguh melainkan dengan produk-produk yang memerlukan pengetahuan khusus, customer yang bukan sekedar mencari barang melainkan solusi. Hanya salesman yang berusaha mengembangkan dirinya menjadi salesman profesional  yang akan berhasil.

Istilah a salesman is born , tidak selamanya tepat karena satu-satunya investasi yang diperlukan adalah kemauan untuk menyediakan waktu dan usaha untuk belajar, berlatih dan mempraktekkan ilmunya.