Di dalam kehidupan kita dan interaksi dengan manusia mulai dari bayi kita sebetulnya sudah jualan. Bayi merengek, menangis kecil, ketawa lucu yang memikat, dia ingin mencapai apa yang dia ingin dapatkan dari manusia lain….. dia jualan. Bayi tumbuh menjadi besar, menjadi remaja, dia berkumpul bercerita, mengemukakan pendapat dan ingin pendapatnya diterima….. dia jualan. Dia bekerja, berbicara dalam rapat dengan atasan, bawahannya, dia kemukakan pendapat, ide, usul…… dia jualan. Disadari atau tidak sebetulnya dalam pergaulan sesama kita, kita jualan.
Dalam dunia bisnis tidak ada satu usaha apapun yang dapat bertahan kalau tidak melakukan penjualan. Tugas ini secara khusus dijalankan oleh profesi apa yang disebut salesman. Dalam persaingan bisnis yang begitu ketat, selain produk yang baik, salah satu kunci keberhasilannya adalah bersaing dalam kepandaian menjual.
Salesman mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam perusahaan. Dia mewakili kepentingannya dalam urusan penjualan, bertemu dan berbicara dengan calon pembelinya. Pekerjaan salesman merupakan bagian dari pelayanan total perusahaan yang berarti salesman tidak berdiri sendiri dalam menjalankan tugasnya ; dia memerlukan kerjasama dengan bagian-bagian lain dalam suatu proses yang terkait.
Seperti kita lihat, bakat menjual sudah ada pada diri setiap orang dan dapat dikembangkan dengan bekerja, belajar, bekerja, belajar dan terus bekerja, belajar. Sebagus apapun barang kalau tidak bisa dijual tidak ada artinya. Untuk bisnis yang berhasil kita harus mampu memasarkan (marketing) dan menjual (selling) barang yang diproduksi.
Marketing adalah satu studi untuk mempelajari apa yang dikehendaki orang, menciptakan barang atau jasa yang dikehendaki orang, memberikan harga yang bersaing dan memudahkan orang untuk membelinya. Dikenal sebagai interaksi diantara empat faktor P ( Product, Price, Placement, Promotion ). Dan kita menambahkan dengan faktor P yang kelima – yaitu People sehingga menjadi 5 P.
Sedangkan Selling jarang diajarkan dalam pendidikan formal dan lebih banyak orang langsung terjun ke dalam pekerjaan ( Salesman ) dengan bekal pengetahuan dan keterampilan menjual yang sangat minim. Dia jatuh bangun, diharapkan dapat survive di lapangan dari daya tahannya, kegigihan dan keuletannya untuk menjual.
Tidak jarang dalam keadaan demikian banyak orang yang gagal sehingga sering kita saksikan banyaknya orang keluar masuk dalam jabatan ini dibandingkan dengan jabatan lain dalam perusahaan. Hal tersebut sangat merugikan baik dari segi biaya maupun waktu yang terbuang percuma. Keadaan itu dapat diperkecil dampaknya kalau kita memiliki suatu program yang efektif dalam proses rekrutmen, orientasi, pengetahuan serta pelatihan selling skills dengan bimbingan yang efektif di lapangan.
Walaupun kita bisa membedakan antara pekerjaan dan tanggung jawab bidang pemasaran dan bidang penjualan, kita tidak dapat memisahkan kerjasama dan tanggung jawab atas objektif yang harus dicapai ; yaitu penjualan dan keuntungan. Bagaimana pekerjaan pemasaran dapat dikatakan baik bila tidak dapat menghasilkan penjualan yang mengena pada sasarannya ?
Sekarang ini kita harus dapat menjual lebih baik dari masa-masa sebelumnya. Kita berhadapan bukan saja dengan kompetisi yang lebih tangguh melainkan dengan produk-produk yang memerlukan pengetahuan khusus, customer yang bukan sekedar mencari barang melainkan solusi. Hanya salesman yang berusaha mengembangkan dirinya menjadi salesman profesional yang akan berhasil.
Istilah a salesman is born , tidak selamanya tepat karena satu-satunya investasi yang diperlukan adalah kemauan untuk menyediakan waktu dan usaha untuk belajar, berlatih dan mempraktekkan ilmunya.